Buat kamu yang masih bingung mau berolahraga dan pilihan mana yang ingin kamu ikuti senam atau fitness.
Berikut adalah kutipan artikel yang dapat membantu biar tidak ragu dalam memilih ataupun menjalani keduanya yang pastinya akan lebih baik.

MANUSIA mencapai puncak level fitness antara umur 15 sampai 30 tahun. Kemudian secara perlahan dan tanpa disadari, mulai umur 30-35 tahun, level fitness dan stamina Anda mulai menurun. Hal ini terjadi alami tapi Anda bisa memperlambat proses tersebut dengan rajin olahraga sejak usia dini, dan berlatih lebih keras lagi ketimbang mereka yang masih muda. Bagi yang malas olahraga, level fitness Anda akan lepas kendali di usia sekitar 60-65 tahun. Jika demikian sangat sulit untuk kembali ke level fitnes yang standar. Manula yang tidak olahraga, dinding jantungnya akan mengeras sehingga mempersulit pengisian jantung dengan darah secara full. Kemampuan jantung memompa darah menurun 3-4% per 10 tahun. Tak heran orang tua kesulitan menjalani latihan beban.

Pada usia 60-65 tahun, kemampuan aerobic akan berkurang 30-40% dibandingkan orang muda. Jika tidak pernah olahraga, kesehatan menurun lebih cepat lagi, yaitu penurunan VO2max sebesar 10% per 10 tahun bagi mereka yang berumur 50-60 tahun, dan meningkat menjadi 12-15% bagi orang berumur 70 tahun ke atas.

Nah, jika Anda disuruh memilih apakah ingin latihan aerobic atau fitnes, kira-kira apa pilihan Anda? Sebaiknya dan memang seharusnya Anda memilih kedua latihan itu. Mengapa? Karena pembentukan otot yang tidak didapatkan dilatihan beban, akan Anda dapatkan didalam aerobic.

Otot manusia itu ada dua macam yakni otot aerobic dan otot anaerobic. Latihan beban dirancang untuk otot anaerobic. Nah, jika manusia punya dua macam otot, maka jangan hanya melatih satu otot saja. Mereka yang hanya gemar aerobic, tapi tidak latihan beban, sama seperti tidak mengerjakan PR dengan baik dan benar. Ibaratnya mereka hanya mengatasi masalah lemak tubuh, tapi tidak mengatasi metabolismenya. Padahal level metabolisme itu lebih penting daripada sekadar menurunkan lemak tubuh.

Jika latihan beban mengajarkan kekuatan mental, maka aerobic mengajarkan stamina. Aerobic tak hanya sekadar goyang sana sini saja, tapi juga mengajarkan arti stamina itu sendiri. Stamina adalah gabungan kemampuan fisik dan sikap yang top. Mencerminkan kemampuan beradaptasi, berurusan dengan hal hal yang berubah secara cepat, menyesuaikan diri dengan tingkat stres pada kehidupan keseharian dan kemampuan menyelesaikan hal hal yang mendesak seperti deadline, jadwal padat, konflik, dll. Semuanya itu akan ditemukan dalam kelas aerobic. Fitnes/aerobic tak melulu mengandalkan otot, tapi juga kecerdasan, mental, kreatifitas, dan pergaulan.

Aerobic adalah dasar dari anaerobic/latihan beban (fitnes). Para pria cenderung melakukan anaerobic terlalu banyak, melupakan aerobic. Itu tidak bijak. Jika ingin mendapatkan tubuh ideal, masukkan aerobic saat fitnes. Tanpa aerobic, latihan beban Anda tidak akan maksimal. Makanya jangan heran jika orang seperti itu, saat absen dari aerobic, akan kembali naik berat badannya, karena problem metabolismenya masih tak terselesaikan, dan tidak dituntaskan dengan latihan beban.

Latihan beban memang tidaklah semenarik aerobic, namun tetap harus dilakukan, suka atau tidak, kecuali jika niat Anda memang cuma buang waktu di gym. Jika di kelas aerobic Anda bisa bersenang-senang dengan alunan musiknya, namun pada latihan beban, Anda harus lebih serius dan lebih terencana.

Terasa sekali bedanya mereka yang latihan beban dengan mereka yang cuma doyan aerobic saja. Terutama wanita di atas 40 tahun. Tanpa latihan beban dan strecthing, wanita kerap mengalami masalah fisik, di kantor saat duduk terlalu lama, kerap kaki dan pinggang terasa kaku, leher dan pundak menjadi pegal, dan susah nengok ke belakang.
Orang yang gampang naik berat badannya biasanya adalah mereka yang doyan aerobic saja, tapi tidak doyan latihan beban.

Apapun olahraga Anda, intensitas adalah kunci keberhasilan (keluar dari zona kenyamanan). Jika Anda tak dapat hasil, yang salah bukan olahraganya, tapi cara Anda melakukannya yang salah. Jika ada dua orang melakukan olahraga yang sama, maka orang yang melakukannya secara lebih intens jelas mendapatkan hasil lebih. Jangan tiru mereka yang doyan angkat beban, tapi tidak aerobic. Atau sebaliknya. Harus dua-duanya.

Walau sepintas mereka terlihat sukses, namun jauh di dalam mereka menyimpan kelemahan yang suatu saat mereka tak akan mampu menutupinya lagi, seperti tak kuat loncat saat aerobic, cepat lelah saat angkat beban, dan banyak lagi kelemahan lainnya, jika Anda jeli melihatnya.

Level fitnes yang Anda nikmati selama aktif aerobic, akan lenyap dengan cepat karena absen aerobic. Dua minggu absen olahraga, Anda akan mengalami penurunan stamina secara signifikan. Jika sebulan absen, maka setengah dari stamina dan massa otot Anda akan hilang!

Salam Sehat BISA FITNESS

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment